wahabinews

Mengungkap Fakta Wahabi

SALAFI-WAHABI MENGGUNAKAN HADITS SHAHIH BUKHARI TENTANG KHALIFAH ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ R.A , UNTUK PEMBENARAN TUJUANNYA.

Lagi2 Postingan kali ini saya copaskan LANGSUNG DARI WEBSITE WAHABI. Di copas dari postingan mereka yg berjudul “”Sek

olah antara realita dan sunnah” , Selamat membaca..!!

Apa yang para pengekor hawa nafsu lakukan itu adalah bentuk penipuan yang paling jelas bagi yang memiliki bashirah, maka jangan sekali-kali menyalahkan siapa-siapa kalau kemudian ada dari umat yang kalian tipu itu mengatakan kepada kalian: Menguras dan memakan harta harom dengan cara minta-minta, kenapa tidak sekalian menguras, menyedot dan memakan kotoran manusia yang ada di dalam WC? Atau kalau WC-nya sudah kering, kenapa tidak sekalian menyedot dari sumber keluarnya kotoran itu?!

Mungkin akan ada yang berkata bahwa ucapan:
…..kenapa tidak sekalian menyedot dari sumber keluarnya kotoran itu?! Sebagai ucapan tidak sopan, kasar dan keras maka kami katakan: Harta yang diperoleh dari minta-minta itu sama halnya dengan kotoran manusia, hal ini sebagaimana disebutkan oleh ahli ilmu.

Dan bagaimana kiranya penilain para penilai terhadap apa yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhariy dalam “Shohihnya” (no. 2731 dan no. 2732) dari Hadits Miswar bin Makhramah dan Marwan pada hadist yang sangat panjang yang berkaitan dengan perjanjian Hudaibiyah ketika itu Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata kepada ‘Urwah bin Mas’ud:
“امْصُصْ بَظْرَ اللاَّتِ” “Sedot (isap)lah kamu kemaluan Al-Laat itu”.

Al-Imam Ibnu Atsiir Rahimahullah dalam kitabnya “An-Nihayah fii Ghoribil Hadits wal Atsar” (hal. 82) mengatakan bahwa bazhru adalah secuil kulit (lidah kecil) pada kemaluan wanita yang biasa dipotong sisinya ketika khitan. Kalau orang-orang Francis mengatakannya: “Va sucer le clitoris de Al-Lat (une expression de dedain)”.

Al-Hafidz Ibnu Hajar Rahimahullah dalam “Fathul Bariy” (Juz 5, hal. 417): Pada perkataan Abu Bakar kepada ‘Urwah bin Mas’ud menunjukan bolehnya mengucapkan perkataan yang menyakitkan dari lafadz-lafadz yang diinginkan dengannya gugatan terhadap siapa saja yang tampak darinya apa-apa yang layak untuk disandangnya.

Ibnu Munayyir berkata: Dalam perkataan Abu Bakar menunjukan perendahan terhadap lawan dan pengingkaran terhadap mereka yang mengatakan dengan ucapan mereka bahwa Al-Laat anak perempuannya Alloh Ta’ala. Dan kalaulah Al-Laat itu anak perempuan maka tentu padanya terdapat kelamin wanita (vagina).

Maka dari sini kalian bisa menjawab: Manakah yang lebih keras, pedas dan menyakitkan ucapan dari seorang umat tersebut kepada para pengekor hawa nafsu ataukah ucapan Abu Bakar RadhiyAllohu ‘Anhu kepada ‘Urwah bin Mas’ud? Kalau para pembaca atau para pengekor hawa nafsu berani mencela Abu Bakar Ash-Shiddiq dengan sengaja dan setelah tegak hujjah kepada mereka maka tidak diragukan kalian munafiq tulen atau bahkan bisa jadi kafir.

Selengkapnya baca di Sumber:
Website Salafi-Wahabi
http://aloloom.net/vb/showthread.php?t=5359

Mudah2an bermanfaat.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Agustus 26, 2012 by .
%d blogger menyukai ini: