wahabinews

Mengungkap Fakta Wahabi

SALAH KAPRAH AHLUL BI’DAH DALAM MEMAHAMI “NGALAP BERKAH”,DI MAKAM

Di masyarakat kita budaya ngalap berkah telah mnjadi sangat lumrah.
Bahkan merambah di tengah masyarakat mulai dari kalangan atas sampai kalangan bawah.
emang terkesan sangat menarik ketika acara ngalap berkah tersebut di gelar besar2ran setiap tahun dgn meriah, Apalagi brtepatan dgn carut-marut ekonomi di negeri ini yg bertambah parah, Kondisi tersebut menjadikan tradisi ngalap berkah yg memang sarat dgn nuansa syirik n bid’ah tersebut seolah2 menjadi amalan sunnah. (Benar2 salah kaprah!)
Ngalap (mencari) berkah di kuburan wali, kiyai dan selainnya.

FENOMENA SYIRIK AKBAR

Sudah menjadi hal yang umum n membudaya dimasyarakat, n bahkan dianggap ibadah yg sangat afdhal bahwa pada hari-hari/bulan-bulan tertentu, misalnya Maulud (Rabiul awal), menjelang Ramadhan, menjelang lebaran (Syawwal) n lain sebagainya, banyak orang yg mendatangi kuburan2 kyai, orang-orang yg dianggap wali, atau kuburan orang shalih.
Mereka datang dari tempat yg cukup jauh dgn mencurahkan tenaga, waktu, pikiran, n harta.

Kalau ternyata tujuan dari ziarah kubur itu menyimpang dari tuntunan syari’at Islam yang suci ini, seperti : Mencari berkah, meminta-minta kepada penghuni kuburan itu, atau mencari syafa’at, maka perbuatan itu jelas merupakan syirik akbar.
Apabila pelakunya tidak bertaubat hingga datang kematiannya, maka 4LL4H Subhanahu Wa Ta’ala tidak mengampuninyan dia kekal dalam neraka, semoga kita terhindar dari hal itu.

4LL4H berfirman : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” [QS. 4 : 48] B. Mencari kesaktian lewat amalan, dzikir atau ritual tertentu.

Fenomena ritual seperti ini sudah berurat n berakar, bahkan menjadi trend dalam masyarakat kita. n yg terbelit n terperangkap dalam lingkaran syetan ini mulai dari orang awam sampai para pejabat, rakyat jelata sampai orang berpangkat.
Bahkan kalangan “terpelajar” yg mengaku “intelektual” pun menggandrungi klenik-klenik seperti ini.
Mereka menyebutnya dgn “membekali diri dgn ngelmu (ilmu), kekebalan, kesaktian”.
Untuk mengelabuhi orang2 awam terkadang “orang pinter” itu menyandangkan titel mentereng seperti: KH (Kyai Haji), Prof, DR, padahal semua itu mereka lakukan utk melanggengkan bisnis mereka sebagai agen-agen n kaki tangan syetan n jin.

Untuk meraih kesaktian ini, ada yg dgn cara2 klasik kebatinan, dgn istilah black magic (ilmu hitam) maupun white magic (ilmu putih), n ada pula dgn cara2 ritual “dzikir n amalan2 wirid tertentu”,

Atau mandi di kali tengah malam di bulan purnama utk menyempurnakan ilmunya tpi dia kaga liat ada rudal kuning yg lewat tanpa permisi..karena gelap ia merasakan bagian tubuhnya ada benda yg menyentuhnya n ia berpikir:

“ini dia keris yg gue tunggu2 selama ngelmu”..begitu di pegang..”ko lunak”..?
“apa ini..”?

cara yang terakhir ini lebih banyak mengelabui kaum muslimin, karena seakan2 caranya Islami n tidak mengandung kesyirikan. n perlu diketahui bahwa “dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu” yang tidak ada syari’atnya dalam Islam, merupakan rumus n kode etik utk berhubungnan dgn alam supranatural (alam jin), hal seperti ini merupakan perangkap syetan yg menjerumuskan orang pada perbuatan syirik.
Untuk mengetahui bahwa perbuatan itu termasuk perbuatan syirik adalah sebagai berikut :

Pertama, bahwa “dzikir dan amalan-amalan wirid tertentu” tersebut bukanlah syari’at Islam, karena tidak memakai standar Al-Qur’an maupun Sunnah Rasulullah, n ini termasuk dalam kategori bid’ah, yg mana syetan lebih menyukai bid’ah daripada perbuatan maksiat sekalipun.

Kedua, apabila tujuan seseorang melakukan “dzikir n amalan2 wirid tertentu” tersebut utk memperoleh kesaktian, kekebalan, n hal2 yg luar biasa, maka sudah pasti itu bukan karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala, seperti membaca Al-fatihah 1000 X, Al-ikhlas 1000 X n lain sebagainya dgn tujuan agar kebal terhadap senjata tajam, peluru n tahan bacok.
Atau membaca salah satu shalawat bikinan (bid’ah) dgn iming2 kesaktian tertentu seperti bisa menghilang dari pandangan orang, bisa makan besi, kaca, beling n lain sebagainya.
Itu semua bukanlah karomah tetapi merupakan hakikat syirik itu sendiri, karena telah memalingkan tujuan suatu ibadah kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Wallahu a’lam.

NGALAP BERKAH DALAM TINJAUAN SYAR’IAH

Ngalap berkah atau mencari berkah dalam islam disebut at Tabarruk ( التَّبَرُّكُ ). Sedangkan kata “berkah” berasal dari bahasa arab “barokah”( الْبَرَكَةُ ) yg artinya banyak n tetap serta langgengnya sesuatu yg memiliki kebaikan.
Dgn kata lain, berkah itu adalah kebaikan yg berlipat ganda (banyak) n kontinyu pada sesuatu .
Poin yg perlu di garis bawahi dalam meniiti manhaj yg benar adalah bahwa Keberkahan tersebut hanyalah milik 4LL4H n berasal dari 4LL4H swt pula.

Tidak ada satu makhlukpun di alam ini yg bisa memberikan keberkahan kecuali 4LL4H swt semata .
Tak ada bedanya baik makhluk tersebut Malaikat, Jin atau Manusia meskipun dgn sederet kesaktiannya.
Di dalam al Qur’an banyak sekali ayat yg menerangkan bahwa keberkahan hanyalah berasal dari 4LL4H n tak ada satu makhlukpun yg dapat memberi keberkahan selain 4LL4H swt.

4LL4H berfirman di dalam al Qur’an.

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا

“Maha suci Alloh yang memberikan berkah dgn menurunkan al Furqoon( Al Qur’an) kepada hamba-Nya agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (QS Al Furqon:1).

Yaitu menunjukkan banyaknya dan tetapnya kebaikan yang 4LL4H berikan kepada hamba-Nya berupa Al Qur’an. Begitu juga dalam firmannya.

وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

“Dan Dia (4LL4H swt)menjadikan aku seorang yg diberkahi dimana saja aku berada, n Dia mewasiatkan kepadaku dengan menegakkan sholat n menunaikan zakat selama aku masih hidup.”(QS. Maryam :31).

Begitu juga dalam firman-Nya.

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat)manusia. Yaitu Baitulloh yang di Bakkah(Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi manusia.”(QS. al Baqoroh:96)

Diterangkan pula dalam sebuah hadist
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya):

“Dan kebaikan seluruhnya ada di kedua tangan-Mu.” (Shahih, HR. Muslim no. 771 dari shahabat ‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu)

Dari ayat-ayat serta hadist di atas menunjukkan bahwa yg memberi keberkahan pada jasad atau tempat begitu juga yg lainnya hanyalah 4LL4H swt.
Maka merupakan perampasan terhadap hak rububiyyah 4LL4H ketika seseorang mengaku bisa memberikan berkah.
Begitu juga meyakini dzat-dzat lain bisa mendatangkan berkah seperti keris, kuburan, jimat-jimat, bahkan hewan2 tertentu.

Jika seseorang berkeyakinan demikian maka ia telah berbuat kesyirikan karena merampas sebagian hak 4LL4H yaitu hak rububiyyah 4LL4H dalam memberikan keberkahan.

MACAM-MACAM KEBERKAHAN

Berdasarkan dalil-dalil al Qur’an n as Sunnah keberkahan terbagi menjadi beberapa macam diantaranya:
1. Waktu.
Keberkahan yg terdapat dalam waktu seperti bulan Ramadhon terkhusus malam lailatul Qodar, Sepertiga malam,waktu sahur,satu jam sebelum matahari tenggelam di hari juma’at n lain-lain.
Barokah waktu tersebut dengan melaksanakan do’a, n beristighfar dll.

2. Tempat.
Tempat2 yg berbarokah di dalam islam sebatas yg di terangkan dalam Qur’an dan Sunnah. Seperti Masjid al Haram, Masjid n Nabawi, Masjid al Aqso dll.
Barokah tempat tersebut yaitu dgn sholat wajib maupun sunnah,beri’tikaf bermajlis ilmu maupun berdzikir.
Tidak ada dalil didalam al Qur’an n as Sunnah yg menjelaskan adanya berkah di kuburan atau petilasan termasuk kuburan Nabi saw n para sahabat serta orang-orang sholih setelah mereka,n diceritakan pernah ada orang indonesia mengusap2 makam nabi muhammad lalu ia raupkan ke wajahnya lalu penjaga makam seorang arab langsung memukul kepala orang tersebut sampai benjut n pening 7 keliling lalu penjaga makam itu sambil berucap:”wal bi’dah..bi’dah..bi’dah..Islamic Shari’a is not bi’dah”..get out!!!!..tuing tuing..get out!!!!

Adapun klaim bahwa dikuburan para wali n orang sholih penuh dgn barokah maka klaim tersebut adalah tidak berdasarkan dgn dalil yg shohih.

3. Amal Perbuatan.
Setiap amalan2 sholih adalah barokah.Tentunya jika didasari dgn iman,ikhlas dan ittiba’. Contohnya bermajlis ilmu di masjid. Selain mendapatkan do’a dari para malaikat juga diberikan rasa sakinah n ampunan dari 4LL4H swt, begitu juga ibadah haji serta amalan dakwah n jihad.
Maka setiap sepeser harta, tetesan peluh keringat, darah n air mata dalam amalan tersebut adalah amalan yg barokah.

4. Benda atau Dzat.
Dalam hal ini adalah benda atau dzat yang jelas-jelas di terangkan dalam syariah bahwa benda tersebut mempunyai nilai barokah seperti air Zam-Zam, Minyak Zaitun, n Habbah Sauda’(jintan hitam) misalnya.
Adapun benda2 seperti keris,cincin,tanah kuburan para wali,kain kafan Ka’bah,batu akik bahkan hajar aswad yg menempel di dinding Ka’bah bukanlah benda yg berbarokah.

Satu hari umar bin Khottob mencium Hajar Aswad kemudian beliau berkata., “Sesungguhnya aku mengetahui bahwa kamu adalah batu biasa, tidak dapat memberikan manfaat, begitu juga tidak dapat mendatangkan bahaya.” (HR. Bukhari)

Maksudnya, Hajar Aswad tidak dapat memberikan manfaat n tidak pula memberikan bahaya kepada seseorang sedikit pun. Sesungguhnya hal ini dilakukan dalam rangka melakukan ketaatan kepada Allah dan mencontoh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, beliau radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Dan aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka aku juga menciummu.”

Adapun keberkahan pada hajar aswad adalah n maksud ibadah, yaitu seseorang menciumnya atau melambaikan tangan kepadanya karena mentaati n mencontoh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Berkah yg dia peroleh adalah berkah karena mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan yg lain.

NGALAP BERKAH ANTARA SUNNAH DAN BID’AH

Sebagai seorang muslim yang baik kita harus jeli dalam membedakan mana tabarruk yg sunnah n yang bid’ah.
Tabarruk yg sunnah adalah yg diperintahkan dalam syariah.
n yg bid’ah adalah yg diada-adakan n tidak ada sumbernya dalam al Qur’an dan as Sunnah.
Tabarruk dilihat dari segi hukumnya bisa tergolong amalan kesyirikan yg mengeluarkan pelakunya dari daerah islam.

Seperti mencari berkah dgn “penglaris bisnis, rompi penarik hati,batu akik,Kotoran kebo kyiai slamet,Dukun Ponari,tahi ayam yg sudah di wiridkan,keris,khodam,bambu kuning dll.
Adapun yang termasuk bid’ah n menjadi perantara kepada kesyirikan adalah seperti tabarruk kepada makhluk dgn keyakinan bahwa tabarruk pada makhluk tersebut akan berbuahkan pahala karena telah mendekatkan pada 4LL4H.

Namun keyakinan dia bukanlah makhluk tersebut yg mendatangkan manfaat atau bahaya.
Hal ini seperti tabarruk yg dilakukan orang jahil dgn mengusap-usap kain Ka’bah, menyentuh dinding Ka’bah, mengusap Maqom Ibrohim atau dgn menyentuh tiang masjidi harom n masjid nabawi.

Semua ini dilakukan dalam rangka meraih berkah dari 4LL4H (salah kaprah) Ngalap berkah atau tabarruk semacam ini adalah tabarruk yang bid’ah (tidak ada tuntunannya dalam ajaran Islam) n termasuk wasilah (perantara) pada syirik akbar kecuali jika ada dalil khusus akan hal tersebut…Wallohu a’lam bishowab.
Semoga 4LL4H swt selamatkan umat ini dari tradisi ngalap berkah yg telah menjadi salah kaprah di tengah umat ini.

1. “Dari Jabir, ia berkata: Rasulullah SAW telah melarang kubur di kapur, dan diduduki atasnya, dan didirikan bangunan di atasnya, atau ditambah, atau di tulis di atasnya.”
(Hadits shahih riwayat: Muslim (3/63), Abu Dawud (no. 3225,3226), Ahmad (3/295, 332, 339 dan 399), Tirmidzi, Nasa’i, Hakim (1/370) dan Baihaqy (4/4).

2. “Dari Abil Haayaj Al-Asady, ia berkata: Telah berkata kepadaku Ali bin Abi Thalib: “Mengapakah aku tidak mengutusmu sebagaimana Rasulullah SAW pernah mengutusku, yaitu : Janganlah engkau biarkan sebuah patungpun melainkan harus engkau membinasakannya (menghancurkannya) dan jangan engkau biarkan sebuah kuburanpun yang tinggi melainkan harus engkau ratakan.”
(Hadits shahih riwayat: Muslim (3/61), Abu Dawud (no. 3220), Nasa’i, Tirmidzi Hakim (1/369), baihaqy(4/3), Ahmad, Ath Thayaalis (no. 155), dan Thabrani di kitabnya Mu’jam Shagier hal. 29)

3. “Dari Abu Hurairah, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: “Sungguh kalau salah seorang kamu duduk di atas bara api sampai membakar pakaiannya lalu menembus kulitnya, masih lebih baik baginya dari pada duduk di atas kubur.”
(Hadits shahih riwayat: Muslim (3/62), Abu Dawud (no. 3228), Ahmad (2/311, 389, 444), Baihaqy (4/79), Ibnu Majah dan Nasa’i)

Fiqih Hadits:

Haram hukumnya mengapur kubur, memplesternya, menemboknya sebagaimana kebanyakan kuburan sekarang ini yg diberi atap n pagar
Haram kukumnya duduk di atas kubur. Hadits no. 3 menunjukan kepada larangan yang sangat keras.
Haram hukumnya melebihkan tanah dari hasil galian lobang kubur. Yakni tingginya kubur itu tidak boleh lebih dari galian lobang kubur itu. Maka wajib dibuang jika kedapatan “lebih” sebagaimana perintah Nabi SAW di atas.

4. “Dari Abi Martsad Al-Ghanawiy, ia berkata: aku pernah mendengar Rasulullah SAW. bersabda : “Janganlah kamu shalat menghadap ke kuburan, dan janganlah kamu duduk di atasnya“. (Hadits shahih riwayat: Muslim (3/62), Abu Dawud (no. 3229), Ahmad, Nasa’i dan Tirmidzi dll)

Fiqih Hadits :
Haram hukumnya shalat menghadap ke kubur jika bukan untuk mengagungkan n membesarkannya, jika shalat menghadap kubur itu dgn maksud utk mengagungkannya n membesarkannya maka tidak syak (ragu) lagi hukumnya kufur n syirik karena telah dgn langsung mengadakan penyembahan terhadap kubur jadi lebih baik di entutin saja..tapi ingat jgn berbunyi..peeeessssss!!
begitu tersadar mnghirup napas, polusi oksigen menyadarkan kita..pencemaran udara terkontaminasi,
“ada yg kentut..?”
“siapa..?”
“lo kentut ya..”?
“kaga..cium saja pantat lo sendiri..gue aja sedang mncari sumber dri gas metana tersebut”
“ya sudah kau endus2lah..”
“emang gue kucing apa”..
“cabut ngapain lama2 dsini”
“tahan napas n kabur”
“sialan neh orang membatalkan konsentrasi gue aje mau ngalap berkah cari no buntut dapat ilham gas yg keluar dri grutu manusia..alhasil bubar semua deh pencari ngalap berkah…amien

5. “Dari Abi Said Al-Khudriyyi, ia berkata: Telah bersabda Rasullullah SAW : “Bumi/tanah ini semuanya tempat bersujud kecuali kubur dan kamar mandi”.
(Hadits Shahih riwayat: Abu Dawud (no. 745), Ahmad, Tirmidzi, Hakim, Ibnu Hibban).

6. “Dari Anas, ia berkata: Sesungguhnya Nabi SAW telah melarang (mengerjakan) shalat di antara kuburan. (riwayat Al-Bazzar)
Telah berkata Imam Haitsami di kitabnya Majma’uz Zawaaid juz 2 hal. 27: Rawi-rawinya adalah rawi-rawi shahih.

7. “Dari Ibnu Umar, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: “Jadikanlah di rumah-rumah kamu sebagian dari shalat-shalat kamu, n janganlah kamu jadikan rumah2 kamu itu sebagai kuburan”.
(Hadits shahih riwayat: Bukhari (1/112, 2/56), Ibnu Majah (no. 1377), Baihaqy (2/186), 435).

8. “Dari Abi Hurairah, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: “Janganlah kamu jadikan rumah2 kamu sebagai perkuburan, sesungguhnya syaithan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah”.
(Hadits shahih riwayat: Muslim (2/188), Ahmad (2/284, 337, 387, 388), Tirmidzi dan Nasa’i).

Fiqih Hadits :
Shalat di setiap Maqbarah (setiap tanah yang di situ ditanam seorang mayit), baik di situ ditanam seorang mayat maupun lebih (seperti daerah pekuburan), baik menghadap kubur atau membelakanginya, di sebelah kanannya atau di sebelah kirinya adalah terlarang/haram. n menurut sebagian ulama seperti Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu Hazm, Syaihul Islam Ibnu Taimiyah ( baca Nailul Authar hal. 112 jilid 2) adalah shalatnya batal/tidak sah, telah berkata Ahmad bin Hambal :
“Barangsiapa shalat di maqbarah atau shalat menghadap ke kubur, maka (wajib) mengulang (shalatnya) selamanya”.
(baca : Al-Muhalla oleh Ibnu Hazm jilid 3 hal. 27, 28)

berdasarkan hadits no 7 dan 8 mafhumnya :
Bahwa kuburan itu bukanlah tempat shalat (umunya ibadah). Karena Nabi SAW menggemarkan umatnya supaya mengerjakan shalat sunat di rumah.
Lantaran rumah yg tidak dishalati di dalamnya (dikerjakan ibadah di dalamnya) sebagai kuburan yg bukan tempat shalat.
Bahwa kuburan itu bukanlah tempat membaca Al-Qur’an. Karena itu Nabi SAW menggemarkan umatnya supaya membaca Al-Qur’an di rumah.
Sebab rumah yg tidak dibacakan Qur’an di dalamnya seperti kuburan yg bukan tempat membaca Qur’an.

9. Telah bersabda Rasulullah SAW: “Laknat Allah kiranya menimpa kepada Yahudi n Nashara yg telah menjadikan kuburan Nabi-nabi mereka sebagai masjid- masjid (tempat beribadah)”. (kata Aisyah): Beliau menakuti (umatnya) seperti apa yg mereka (Yahudi dan Nashara) telah kerjakan.
(hadits shahih riwayat : Bukhari (1/112), Muslim (2/67), Ahmad (1/218, 6/34, 229 & 275), Darimi (1/327), Baihaqy (4/80) dan Nasa’i dari jalan Aisyah dan Abdullah bin Abbas.

10. Telah Bersabda Rasulullah SAW: “Allah melaknat Yahudi n Nashara yg telah menjadikan kuburan Nabi-nabi mereka sebagai masjid-masjid”.
(Hadits shahih riwayat : Bukhari 2/106, Muslim 2/67, Ahmad 6/80,121,225
Diriwayatkan dari jalan Aisyah)

11. Dari Abi Hurairah, dari Nabi SAW beliau bersabda: “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kuburku sebagai berhala, karena Allah melaknat kaum yg menjadikan kuburan Nabi-nabi mereka sebagai masjid-masjid”.
(Hadits Shahih riwayat: Ahmad 2/246, Ibnu Sa’ad di kitabnya (Ath Thabaqaat 2/362), Abu Nu’aim di kitabnya (Al Hilyah 7/317)

12. Dari Jundub, ia berkata: Aku telah mendengar Nabi SAW bersabda lima hari (lagi) sebelum beliau wafat:…Ketahuilah! Sesungguhnya orang2 yg sebelum kamu telah menjadikan kuburan Nabi-nabi mereka n orang2 yang shalih diantara mereka sebagai masjid-masjid. Ketahuilah! Maka janganlah kamu menjadikan kuburan sebagai masjid-masjid, sesungguhnya aku melarang kamu dari (mengerjakan) yang demikian itu”.
(Hadits shahih riwayat Imam Muslim juz 2 halaman 67,68)

13. Dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya dari sejelek2 manusia ialah orang yg menemui kejadian kiamat sedangkan mereka masih hidup, n orang yg menjadikan kuburan sebagai masjid-masjid”.
(Hadits shahih riwayat: Ahmad, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Ibnu Abi Syaibah, Thabrani di kitabnya Mu’jam Kabir, Abu Nu’aim dan Abu Ya’laa).

14. Dari Aisyah (ia berkata): Sesungguhnya Ummu Habibah n Ummu Salamah ada menerangkan kepada Nabi SAW tentang gereja yg mereka lihat di negeri Habsyah yg di dalamnya terdapat sejumlah patung.
Maka Nabi SAW bersabda:
“Sesungguhnya mereka itu, apabila di kalangan mereka orang yg shalih lalu mati, mereka membangun masjid di kuburnya lalu mereka buat patung di dalamnya mereka itulah sejelek2 mahluk di sisi Allah pada hari kiamat”.
(Hadits shahih riwayat : Bukhari 1/111, 112, Muslim 2/66,67, Ahmad 6/51, Ibnu Abi Syaibah 4/140, Baihaqy 4/80, dan Nasa’i).

Masih ada beberapa hadits yg inti isinya seperti hadits-hadits di atas.

Fiqh Hadits:
1. Berdalil dengan hadits-hadits di atas maka telah bersepakat para Ulama tentang haramnya mendirikan masjid di kubur n shalat di masjid yg ada kubur.
Tentang ini tidak dibedakan, baik kubur lebih dahulu ada kemudian dibangun masjid di sekitarnya, maupun di sekitar masjid hukumnya sama saja yang pelakunya terkena laknat Allah Subhanahu Wata’ala. Dari itu tepatlah apa yg telah dikatakan oleh Al-Imam Ibnul Qoiyim:
“Maka tidaklah berkumpul/bersatu di dalam agama Islam masjid n kubur”.

15. Dari Abi Hurairah, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: “Janganlah kamu jadikan kuburku sebagai ‘IED (Tempat Perayaan), n janganlah kamu jadikan rumah-rumah kamu sebagai kuburan. Dimana saja kamu berada bershalawatlah kepadaku, karena sesungguhnya shalawat kamu itu akan sampai kepadaku”. (hadits hasan riwayat: Ahmad 2/367 dan Abu Dawud no.2042).

Fiqh Hadits :
Nabi SAW melarang umatnya menjadikan kuburnya sebagai ‘IED yaitu didatangi pada waktu-waktu dan musim-musim tertentu dgn maksud beribadah di sisinya sehingga merupakan tempat berkumpul dan perayaan.
Demikian akan menimbulkan permujaan terhadap kubur beliau. Dari sini dapat dipahami dengan jelas, tentu kuburan yang lebih utama mendapat larangan yg sangat keras utk dijadikan ‘IED. Sekarang berapa banyak kubur (umumnya kuburan ulama) yg didatangi pada waktu2 n musim-musim tertentu.
Mereka bermohon di situ n menjadikan penghuni kubur sebagai washilah/perantara lantaran mereka anggap penuh berkat n keramat! Sesungguhnya ini suatu penyimpangan dari aqidah Islam yg bersih dari syirik terhadap penyembah kubur..(orang yg sudah mati di minta)

16. Dari Anas, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: “Tidak ada di dalam Islam penyembelihan di kubur”.
(hadits shahih riwayat: Ahmad 3/197, Abu Dawud no.3222, Baihaqy 4/57)

Fiqih Hadits:
Peringatan khaul yg sudah amat terkenal di Indonesia ialah: Upacara Ulang Tahun Kematian.
Umumnya terhadap kuburan Ulama, para “wali sufi”, Habib-habib atau orang2 tua sendiri dsb. Peringatan khaul itu mereka laksanakan di kubur si mayat bertepatan dgn tanggal/bulan wadatnya.
Dgn upacara sebagai berikut:
1. Mengadakan penyembelihan hewan di kubur.
2. Makan-makan di kubur sambil rujakan
3. Membaca ayat-ayat Allah (Al-Qur’an), tahlilan n lain-lain bacaan yg pahalanya mereka persembahkan kepada si mayat.
4. Bertawasul kepada si mayat.
5. Mengambil “Berkah n keramat” si mayat.
6. Beristighatsah (meminta pertolongan kepada si mayat utk menghilangkan kemudlaratan/bahaya).

Upacara khaul itu mereka laksanakan sampai beberapa hari n ada juga yg hanya seharian saja menurut kemampuan masing-masing.
Upacara itu biasanya dipimpin langsung oleh seorang senior kuburiyyun.
tentunya dgn mendapat “upah” yg lumayan sebagai penghasilan hidup dari hasil yg haram.
Maka hukum upacara khaul itu terkena sabda Nabi SAW di atas. Dgn demikian sembelihan n hidangan-hidangan yg mereka suguhkan itu tidak halal dimakan oleh orang Islam. Nabi kita SAW pernah bersabda :
“Allah melaknat orang yg menyembelih bukan karena Allah”
(Riwayat Imam Muslim, Ahmad & Nasa’i dari jalan Ali)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juni 6, 2012 by .
%d blogger menyukai ini: