wahabinews

Mengungkap Fakta Wahabi

Doktrin WAHABI

1. Melarang penggunaan

alat pengeras untuk
adzan atau dakwa atau
apapun.

2. Melarang penggunaan
telpon.

3. Melarang
mendengarkan radio dan
TV

4. Melarang melagukan
adzan.

5. Melarang melagukan /
membaca qasidah

6. Melarang melagukan
Al Qur ’an seperti para
qori’ dan qari’ah yakni
yang seperti dilagukan
oleh para fuqoha

7. Melarang pembacaan
Burdah karya imam Busiri
rahimahullah

8. Melarang mengaji
“ sifat 20″ sebagai yang
tertulis dalam kitab
Kifatayul Awam, Matan
Jauharatut Tauhid, Sanusi
dan kitab-kitab Tauhid
Asy ’ari / kitab-kitab
Ahlussunnah Wal Jama’ah,
karena tauhid kaum
Wahabi berkisar Tauhid
“ Rububiyah & uluhiyah”
saja.

9. Imam Masjidil Haram
hanya seorang yang
ditunjuk oleh institusi
kaum Wahabi saja,
sedang sebelum Wahabi
datang imam masjidil
Haram ada 4 yaitu terdiri
dari ke 4 madzhab
Ahlussunnah yaitu Hanafi,
Maliki, Syafi ’i dan
Hanbali. Inilah, apakah
benar kaum Wahabi
sebagai madzhab
Ahlissunnah yang
melarang madzhab
Ahlussunnah?. Tepatnya,
Wahabi adalah:
“ MADZHAB YANG
MENGHARAMKAN
MADZHAB ”.

10. Melarang perayaan
Maulid Nabi pada setiap
bulan Rabiul Awal.

11. Melarang perayaan
Isra ’ Mi’raj yang biasa
dilaksanakan setiap
malam 27 Rajab, jadi
peraktis tidak ada hari-
hari besar Islam, jadi
agama apa ini kok kering
banget?

12. Semua tarekat sufi
dilarang tanpa kecuali.

13. Membaca dzikir “La
Ilaaha Illallah” bersama-
sama setelah shalat
dilarang

14. Imam dilarang
membaca Bismillah pada
permulaan Fatihah dan
melarang pembacaan
Qunut pada shalat subuh.
Doktrin-doktrin Wahabi
ini tidak lain berasal dari
gurunya Muhammad bin
Abdul Wahhab yakni
seorang orientalis Inggris
bernama Hempher yang
bekerja sebagai mata-
mata Inggris di Timur
Tengah guna mengadu
domba kaum muslimin.
Imprealisme /
Kolonialisme Inggris
memang telah berhasil
mendirikan sekte-sekte
bahkan agama baru
ditengah ummat Islam
seperti Ahmadiyah dan
Baha ’i. Jadi Wahabiisme
ini sebenarnya bagian
dari program kerja kaum
kolonial.
Mungkin pembaca
menjadi tercenggang
kalau melihat nama-
nama putra-putra
Muhammad bin Abdul
Wahhab yaitu Abdullah,
Hasan, Husain dan Ali
dimana adalah nama-
nama yang tekait dekat
dengan nama tokoh-
tokoh ahlilbait, hal ini
tidak lain putra-putranya
itu lahir sewaktu dia
belum menjadi rusak
karena fahamnya itu dan
boleh jadi nama-nama itu
diberikan oleh ayah dari
Muhammad bin Abdul
Wahhab yang adalah
seorang sunni yang baik
dan sangat menentang
putranya setelah
putranya rusak fahamnya
dan demikian pula
saudara kandungnya yang
bernama Sulaiman bin
Abdul Wahhab sangat
menentangnya dan
menulis buku tantangan
kepadanya yang
berjudul :”ASH-
SHAWA’IQUL ILAHIYAH
FIRRADDI ALA
WAHABIYAH ”. Nama-
nama itu diberikan oleh
ayahnya tidak lain untuk
bertabaruk kepada para
tokoh suci dari para
ahlilbait Nabi s a w.
Kemudian nama-nama itu
tidak muncul lagi dalam
nama-nama orang yang
sekarang disebut-sebut
atau digelari Auladusy
Syaikh tsb.
Diantara kekejaman dan
kejahilan kaum Wahabi
adalah meruntuhkan
kubah-kubah diatas
makam sahabat-sahabat
Nabi s a w yang berada di
Mu’ala (Makkah), di Baqi’
& Uhud (Madinah)
semuanya diruntuhkan
dan diratakan dengan
tanah dengan
mengunakan dinamit
penghancur. Demikian
juga kubah diatas tanah
dimana Nabi s aw
dilahirkan, yaitu di Suq al
Leil di ratakan dengan
tanah dengan
menggunakan dinamit
dan dijadikan tempat
parkir onta. Saat ini
karena gencarnya
desakan kaum muslimin
international maka
kabarnya dibangun
perpustakaan. Benar-
benar kaum Wahabi itu
golongan paling jahil
diatas muka bumi ini.
Tidak pernah menghargai
peninggalan sejarah dan
menghormati nilai-nilai
luhur Islam Semula
Alkubbatul Khadra atau
kubah hijau dimana Nabi
Muhammad s a w
dimakamkan juga akan
didinamit dan diratakan
dengan tanah tapi karena
ancaman international
maka orang-orang biadab
itu menjadi takut dan
mengurungkan niatnya.
Semula seluruh yang
menjadi manasik haji itu
akan dimodifikasi
termasuk maqom Ibrahim
akan digeser tapi karena
banyak yang menentang
termasuk Sayyid
Almutawalli Syakrawi
dari Mesir maka
diurungkannya.
Setelah saya memposting
tentang Wahabi ini
seorang ikhwan mengirim
email ke saya melalui
Japri dan mengatakan
kepada saya bahwa
pengkatagorian Wahabi
sebagai kelompok
Khawarij itu kurang
lengkap, karena Wahabi
tidak anti Bani Umaiyah
bahkan terhadap Yazid
bin Muawiyah pun
membelanya. Dia
memberi difinisi kepada
saya bahwa Wahabi
adalah gabungan sekte-
sekte yang telah
menyesatkan ummat
Islam, terdiri dari
gabungan Khawarij, Bani
Umaiyah, Murji ’ah,
Mujassimah,
Musyabbihah dan
Hasyawiyah. Teman itu
melanjutkan jika anda
bertanya kepada kaum
Wahabi mana yang lebih
kamu cintai kekhalifahan
Bani Umaiyah atau
Abbasiyah, mereka pasti
akan mengatakan lebih
mencintai Bani Umaiyah
dengan berbagai macam
alasan yang dibuat-buat
yang pada intinya
meskipun Bani Abbas
tidak suka juga pada
kaum alawi tapi masih
ada ikatan yang lebih
dekat dibanding Bani
Umaiyah, dan Bani
Umaiyah lebih dahsyat
kebenciannya kepada
kaum alawi, itulah
alasannya.
Wahai saudaraku yang
budiman, waspadalah
terhadap gerakan
Wahabiyah ini mereka
akan melenyapkan semua
mazhab baik Sunni
(Ahlussunnah Wal
Jama ’ah) maupun Syi’ah,
mereka akan senantiasa
mengadu domba kedua
mazhab besar. Sekali lagi
waspadalah dan
waspadalah gerakan ini
benar-benar berbahaya
dan jika kalian lengah,
kalian akan terjengkang
dan terkejut kelak.
Gerakan ini dimotori oleh
juru dakwa – juru dakwa
yang radikal dan ekstrim,
yang menebarkan
kebencian dan
permusuhan dimana-
mana yang didukung oleh
keuangan yang cukup
besar (petro-dollar).
Kesukaan mereka
menuduh golongan Islam
yang tak sejalan dengan
mereka dengan tuduhan
kafir, syirik dan ahlil
bid ’ah, itulah ucapan
yang didengung-
dengungkan disetiap
mimbar dan setiap
kesempatan, mereka tak
pernah mengakui jasa
para ulama Islam
manapun kecuali
kelompok mereka sendiri.
Di negeri kita ini mereka
menaruh dendam dan
kebencian mendalam
kepada para Wali Songo
yang menyebarkan dan
meng Islam kan penduduk
negeri ini. Diantaranya
timbulnya fitnah perang
padri yang penuh
kekejian dan kebiadaban
persis seperti ketika Ibnu
Sa ’ud dan Ibnu Abdul
Wahab beserta kaumnya
menyerang haramain.
Mereka mengatakan
ajaran para wali itu
masih tercampur
kemusyrikan Hindu dan
Budha, padahal para Wali
itu jasanya telah meng
Islam kan 90 % penduduk
negeri ini. Mampukah
wahabi-wahabi itu meng
Islam kan yang 10 %
sisanya?
Mempertahankan yang 90
% dari terkapan orang
kafir saja tak bakal
mampu, apalagi mau
menambah 10 % sisanya.
Jika bukan karena
Rahmat Allah yang
mentakdirkan para Wali
Songo untuk berdakwa ke
negeri kita ini tentu
orang-orang yang asal
bunyi dan menjadi corong
bicara kaum wahabi itu
masih berada dalam
kepercayaan animisme,
penyembah berhala atau
masih kafir lainnya
(Naudzu Billah min
Dzalik).
Klaim Wahabi bahwa
mereka penganut As-
Salaf, As-Salafushsholeh
dan Ahlussunnah wal
Jama ’ah serta sangat
setia pada keteladanan
sahabat dan tabi ’in
adalah omong kosong dan
suatu bentuk
penyerobotan HAK PATEN
SUATU MAZHAB. Mereka
bertanggung jawab
terhadap hancurnya
peninggalan-pininggalan
Islam sejak masa Rasul
suci Muhammad s a w,
masa para sahabatnya r a
dan masa-masa setelah
itu. Meraka
menghancurkan semua
nilai-nilai peninggalan
luhur Islam dan
mendatangkan arkeolog-
arkeolog (ahli-ahli
purbakala) dari seluruh
dunia dengan biaya
ratusan juta dollar untuk
menggali peninggalan-
peninggalan pra Islam
baik yang dari kaum
jahiliyah maupun
sebelumnya dengan dalih
obyek wisata dsb.
Mereka dengan bangga
setelah itu menunjukkan
bahwa zaman pra Islam
telah menunjukkan
kemajuan yang luar
biasa, maka jelaslah
penghancuran nilai-nilai
luhur peninggalan Islam
tidak dapat diragukan
lagi merupakan
pelenyapan bukti sejarah
hingga timbul suatu
keraguan dikemudian
hari.Oleh karena itu
janganlah dipercaya
kalau mereka mengaku-
ngaku sebagai faham
yang hanya berpegang
pada Al Qur ’an dan As-
Sunnah serta
keteladanan
Salafushsholeh apalagi
mengaku sebagai
GOLONGAN YANG
SELAMAT DSB, itu semua
omong kosong dan kedok
untuk menjual barang
dagangan berupa akidah
palsu yang
disembunyikan. Sejarah
hitam mereka dengan
membantai ribuan kaum
muslimin di Makkah dan
Madinah serta daerah
lain di wilayah Hijaz (yang
sekarang di namakan
Saudi, suatu nama bid ’ah
karena nama negeri
Rasulullah s a w diganti
dengan nama satu
keluarga kerajaan yaitu
As-Sa ’ud). Yang terbantai
itu terdiri dari para
ulama-ulama yang sholeh
dan alim, anak-anak yang
masih balita bahkan
dibantai dihadapan
ibunya..

Sumber: http://dedox0297.multiply.com/journal/item/175?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Februari 29, 2012 by .
%d blogger menyukai ini: